Wako Hendri Arnis Percepat Pembangunan Padang Panjang

Wako Hendri Arnis Percepat Pembangunan Padang Panjang

| Dari Balaikota
600

PADANG PANJANG – Pasca dilantik 1 Oktober 2013 oleh mantan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di gedung DPRD Padang Panjang, pasangan Walikota Hendri Arnis dan Wakil Walikota Mawardi genap dua tahun memimpin daerah berjuluk Serambi Mekkah itu, Kamis (1/10) lalu.

Di penghujung tahun anggaran 2013, pasangan walikota/wakil walikota yang diusung Partai Golkar, PBB, PKS dan PKB tersebut mengawali langkah dengan melakukan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) guna melanjutkan program kepemimpinan pasangan walikota/wakil walikota sebelumnya.

Mengusung satu komitmen awal sebagai pasangan kepala daerah terpilih, yakni menyelesaikan bengkalai program kinerja dan membawa Padang Panjang sebagai kota yang “SEHAT”. Namun mengawali tugas sebagai kepala daerah, walikota termuda yang dikenal sangat energik itu mengaku kikuk karena struktural hampir di setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang ada belum menyatu dengan visi kepemimpinannya.

Kegiatan5

Selain beban terbengkalai yang harus diselesaikan dan ketidakselarasan pemikiran SDM di tingkat dinas, mengharuskan terjadinya beberapa kali penataan struktural guna penyesuaian visi kepemimpinan dengan jajaran instansi terkait. Ketidakselarasan visi dengan SDM di tingkat dinas juga berimbas terhadap tidak berjalan maksimalnya program kerja pemerintah, sehingga menghasilkan Silpa.

Walikota Hendri Arnis menyebut pembengkakan Silpa juga terdapat kaitannya dengan masa transisi jajaran legislatif dan perencanaan yang tidak matang akibat adanya trauma persoalan hukum yang terjadi pada sejumlah SKPD. Hal tersebut dikatakan sebagai alasan harus digulirkannya beberapa kali mutasi jabatan dan kebijakan non job bagi sejumlah pejabat pengambil kebijakan berkaitan dengan penuntasan target pemerintahan untuk Padang Panjang yang “SEHAT”.

Akan tetapi dikatakannya, perguliran mutasi yang dilakukan hingga belasan kali tersebut bukan berarti menggambarkan pejabat terkait tidak memiliki kemampuan SDM yang baik. Namun pejabat terkait dinilai belum selaras saat dibutuhkan guna mendukung pola pemerintahan yang diterapkannya saat itu.

Kegiatan6

“Mutasi yang dilakukan memberikan ruang bagi pegawai yang berkemampuan dan memahami atas pola pemerintahan kami, serta memberikan kesempatan bagi pejabat yang dinonjobkan untuk belajar membaca tata kerja yang baik. Buktinya sejumlah pejabat yang non job kembali diberikan jabatan sesuai dengan kemampuan mereka di instansi yang sama atau dinas berbeda,” jelas Wako Hendri.

Penyelesaian bengkalai program pemerintahan yang disusun kepemimpinan sebelumnya, bukan hal yang mudah dilakukan sekaitan ketidakselarasan antara visi dan SDM struktural yang ada. Segala upaya dan kebijakan dilakukan secara kosisten, meski harus berjalan dalam terpaan mis kepercayaan masyarakat karena tidak memahami, serta tudingan miring sebagai kepala daerah yang dinilai arogan.

Putusan untuk menggulirkan mutasi dan me-nonjobkan sejumlah pejabat, diakuinya suatu kebijakan yang sangat bertentangan dengan batin personal seorang Hendri Arnis maupun Mawardi yang mendampinginya mencapai visi pemerintahan. Akan tetapi guna percepatan capaian target kepemimpinannya, Hendri Arnis telah siap sebagai kepala daerah yang menjadi bahan perbincangan dimana dan siapa pun juga.

“Tahun pertama kepemimpinan saya bersama bapak Mawardi selaku Wakil Walikota memang tidak mudah. Selain menjalankan program kerja yang disusun berdasarkan pola pemerintahan sebelumnya, kinerja jajaran SKPD sangat tidak maksimal akibat sejumlah faktor. Di antaranya gangguan psikologi tersandung persoalan hukum yang berimbas pada sikap takut-takut untuk merealisasikan, sehingga capaian kegiatan sangat rendah,” tutur Hendri Arnis kepada wartawan di kediamannya beberapa waktu lampau.

Dukungan Kuat Kuluarga

Selama dalam menata pemerintahan selama 2 tahun kepemimpinan, Hendri Arnis beruntung punya istri dan keluarga yang kuat serta memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan dan langkah yang diambil. Terutama istri, tidak pernah putus asa untuk turut turun ke masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan Padang Panjang yang SEHAT sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai Ketua TP-PKK.

Ny Maria Hendri Arnis selaku Ketua TP-PKK dalam mendampingi Walikota Hendri Arnis selaku istri, dikatakan memiliki kontribusi besar sampai pada masa kerja dua tahun kepemimpinan. Selain menjalankan tupoksinya sebagai Ketua TP-PKK, Ny Maria juga disebutkan sebagai sumber motivasi bagi Wako Hendri Arnis dalam menjalankan amanah rakyat melahirkan berbagai kebijakan demi mencapai Padang Panjang yang sehat secara umum.

“Saya sangat bangga dan bersyukur memiliki keluarga yang pengertian serta mendukung penuh tanggung jawab sebagai kepala daerah. Khususnya istri, dia tidak pernah menyerah meski sangat menyadari banyak pandangan miring terhadap kebijakan yang telah saya lakukan demi kebaikan Padang Panjang,” tuturnya.

Sebagai pegangan selama menjalankan roda pemerintahan dua tahun telah berjalan dengan mengayomi masyarakat penuh kasih sayang, Wako Hendri Arnis menyebutkan bahwa pemerintah dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. “Bisa diibaratkan sebagai pasangan suami istri, agar pernikahannya langgeng sampai ajal memisahkan, maka diperlukan pengertian dan komunikasi,” sebutnya.

Selain berhasil menyuport semangat kerja sebagai walikota, Hendri Arnis merasa berbangga kontribusi besar yang telah diberikan sang istri sebagai Ketua TP-PKK dengan raihan berbagai penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Keberhasilan yang disabet Padang Panjang melalui bidang pemberdayaan, secara langsung memberikan dampak perubahan positif terhadap daerah berhawa sejuk itu (Humas)

Facebook Comments