Padang Panjang Pertama Kali Canangkan Germas dan Imunisasi, Campak, Rubela

Padang Panjang Pertama Kali Canangkan Germas dan Imunisasi, Campak, Rubela

| Dari Balaikota
110

Padang Panjang, Kominfo – Dari 19 Kabupaten Kota se-Sumatera Barat, Kota Padang Panjang merupakan Kota yang pertama kali canangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas), Pencanangan Imunisasi, Campak, Rubela.Pencanangan tersebut dilaksanakan di Lapangan Banca Laweh Kota Padang Panjang, Kamis(9/7). Selain itu juga dicanangkan Bakti sosial TNI-KB Kesehatan Tahun 2018 serta diperingatinya Hari Keluarga Nasional Ke XXV.

Pencanangan itu ditandai dengan pemukulan gong yang di pukul oleh Wakil Walikota Padang Panjang dr.Mawardi, MKM yang dan pelepasan Balon oleh Ketua DPRD Dr.Novi Hendri, SE M.Si dan didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Padang Panjang (Forkopimda).

Mawardi dalam sambutannya mengatakan, 4 program yang dicanangkan hari ini gunanya untuk mencegah agar tidak terjadinya penyakit yang menular yang dapat menyebar nantinya.

Kegiatan ini kan untuk kesehatan masyarakat Kota Padang Panjang, jadi marilah kita sama-sama mewjudkan hal tersebut,” katanya.

Selain itu untuk Imunisasi, dari 19 Kabupaten/Kota, Padang Panjang pertamakali mencanangkannya, sehingga nanti akan memberikan semangat kepada masyarakat untuk mencegah penyakit yang membahayakan.

Kita pertama kali dan semoga kita ini akan membawa semangat untuk daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Sedangkan Novi Hendri menjlelaskan , dengan adanya program tersebut diharapkan program ini dapat dilaksanakan dengam baik dan perlu kehati-hatian dan keseriusan bagi pelaksana yang bertugas dilapangan.

Menyangkut dengan imunisasi MR, jangan sampai kita lalai apalagi saat sekarang ini ada pro kontra,mengingat itu,masyarakat kita berilan pilihan, tergantung pada masyarakat yang mau imunisasi langsung atau menunggu alat dari MUI”, jelas Novi.

Untuk Germas sendiri Novi berharap semoga masyarakat sadar akan persoalan kesehatan sangat penting. Apalagi Padang Panjang sudah dicanangkan sebagai kota sehat.

Kita minta mereka sadar dan arif untuk menjaga kesehatan baik itu bagaimana pola hidup sehat dan lainnya”, tutupnya.

Disamping itu Kepala Dinas Kesehatan Drs. Nuryanuwar, A.Pt.MM. M.Kes mengatakan bagi masyarakat dapat dipahami bahwa imunisasi ini sangat penting dilaksanakan dan Alhamdulillah untuk Padang Panjang program tersebut tetap dilaksanakan meskipun banyak daerah lain yang menunda.

Artinya,tidak perlu diragukan lagi, jika masyarakat masih ragu kita tidak mamaksakan, tapi dapat kita lihat masyarakat yang anaknya tidak mendapatkan imunisasi datang langsung ke puskesmas”, jelasnya.

Jika masih ada masyarakat yang tidak ingin melakukan imunisasi, melalui kader nanti akan diberikan penjelasan betapa pentingnya imunisasi.

Karena jika ada anak yang tidak ikut imunisasi, besar kemungkinan anak yang lain juga akan tertular dengan si anak yang tidak ikut imunisasi”, tambahnya.

Sebelum melakukan imunisasi, jika ada anak yang deman atau sakit, tim kesehatan tidak akan memberikan imunisasi dan ditunggu setelah si anak sehat.

Perlu diketahui oleh masyarakat, memang ada efek samping setelah dilaksanakan imunisasi, tapi insyaallah itu tidak berisiko, misalnya deman atau alergi, tambahnya.

Acara juga dihadiri oleh Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat, dr. Sayanta dari WHO Regional Office India, Kepala OPD se-Kota Padang Panjang. (Release Kominfo/cg)

Facebook Comments