Padang Panjang Menuju Kota Sastra

Padang Panjang Menuju Kota Sastra

| Dari Balaikota
31

Padang Panjang, Kominfo: – Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano gelar rapat mengenai tindaklanjut persiapan kota kreatif UNESCO di ruang VIP Balaikota, Senin (1/4).

Turut hadir Wakil Walikota Padang Panjang Drs. Asrul, Pejabat Sekretaris Daerah Martoni, S.Sos, M.Si, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Rio Akhdanelly, M.Kes, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs. Emir Emil Elmaulid, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Alvi Sena, S.T, M.T, Kepala Disdikpora Dr. Desmon, M.Pd, Kepala Dinas Kominfo Marwilis, SH, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Hendri Fauzan, A.P, M.Si, Kepala BAPPEDA Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Kabag Perekonomian Putra Dewangga, SS, M.Si, Kabagpemabag Hukum Dr. Syahril, SH dan tamu undangan lainnya.

Fadly menyampaikan ini akan menjadi langkah yang baik bagi Padang Panjang untuk menjadi Kota Sastra, karena Padang Panjang saat ini telah memiliki 20 taman baca yang aktif.

“Melalui itulah kita bisa mewujudkan Padang Panjang sebagai kota sastra dengan kita hadir melalui ketransparanan dan kesederhanaan yang menjadi nilai jual,” ungkap Fadly.

Begitu juga dengan Dosen Sastra UNP Devi Kurnia Alamsyah mengatakan UNESCO sebagai salah satu bagian PBB yang mempunyai sebuah program yaitu creative city network atau mencari Kota kreatif di dunia.

Nah, karena Padang Panjang sudah menjadi kota literasi, ini akan berkesinambungan jika Padang Panjang menjadi Kota Sastra,” sebutnya.

Sementara itu, Dosen ISI Padang Panjang Aryoni Ananta, S.Ds, M.Sn mengatakan bahwa Padang Panjang sebelumnya telah menjadi kota sastra tanpa harus di klaim.

“Kita sebenarnya sudah menjadi kota sastra, contohnya saja beban sejarah yang telah dimiliki Padang Panjang dari sejarah Buya Hamka, Rahmah El Yunusiyyah dan banyak lainnya yang membuat Padang Panjang terkenal di daerah luar,” sebutnya. (Release Kominfo/na)

Facebook Comments