Berharap Dampak Positif dari Lomba Kicau Burung

Berharap Dampak Positif dari Lomba Kicau Burung

| Dari Balaikota
483

PADANG PANJANG – Suatu pemandangan menarik di Padang Panjang, yaitu Lomba Burung Berkicau. Tiap Selasa sore di Desa Baru, Tanah Hitam dan Kamis sore di komplek Secata B.

Menurut Tan El warga Desa Baru, Tanah Hitam, ketika dijumpai belum lama ini, lomba kicau burung punya daya tarik tersendiri. Ketika lomba diadakan banyak pesertanya datang dari luar daerah.

“Walau tidak seramai pacu kuda, tetapi lomba kicau burung bisa juga mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Tan El di Desa Baru belum lama ini.

Disebutkan, penilian dalam lomba kicau burung ini, adalah: kembangnya ekor burung, kemudian lagu dan irama yang dibawakan burung. Terus lagi, lamanya waktu berkicau atau ketahanan fisik dari burung ketika berlagu.

Lebih rinci dikatakan, burung yang dilombakan di Padang Panjang antara lain: kacer, murai batu ekor huitam, murai batu ekor putih, cucak hijau polos, kapas tembak, love bird dan kenari.

Sementara itu, Novriadi, 51 th, Waga Ganting, Padang Panjang Timur, mengatakan, dia menggeluti burung, sejak tahun 2000. Dia juga sudah ikut lomba ke seluruh Sumatera.

Hal serupa juga dialami H.Masri Dt. Marajo. Warga Kampung Manggis, itu juga telah ikut lomba ke daerah Sumateta dan Jawa. Pernah burung kacer miliknya, juara 4 nasional.

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Kabag Humas Ampera Salim, menyambut baik kegiatan positif yang dilakukan sejumlah penggemar burung di kota itu, yang tergabung ke dalam organisasi Persatuan Burung Indonesia (PBI) Padang Panjang.

“Kita berharap banyak organisasi atau kelompok kelompok komunitas yang ada di Padang Panjang, ikut berperan aktif meningkatkan perekonomian masyarakat. Seperti yang dibuat kawan kawan dari PBI,” katanya. (Humas)

Facebook Comments